Friday, August 30, 2019

Paradigma Manusia bg.2


Setelah kembali dari warung akupun menyerahkan sayur yang ku beli pada ibu. Kemudian aku bergegas ke kamar mandi karena waktu sudah hampir maghrib.
“allahhuakbar allahhuakbar..”adzan maghrib berkumandang sayup merdu.
Aku bergegas menuju ruang sholat rumahku karena ayah ibu pasti telah menungguku disana.setelah sholat kami makan malam bersama di dapur sambil bercerita tentang sekolahku
“bagaimana sekolahmu hari ini”Tanya ayah
“cukup menyenangkkan”jawabku
Seketika kami diam karena tidak ada yang bertanya,saya menghabiskan makananku tanpa sekata pun keluar dari mulutku,setelah habis saya kembali kekamar meninggalkan ayah dan ibu yang masih makan di meja makan.saya masuk kekamar menutup dan menguncinya. Aku mengambil buku itu kembali dan berbaring di kasurku. Lembaran buku itu kembali ku buka satu persatu, kini bukan lagi tetesan air mata. Tetapi kini sudah menjadi deraian, aku terhenti pada sebuah halaman yang menunjukan sebuah foto yang membuatku teringat akan hal itu kembali. saat aku mencoba membalik lembar itu sesuatu terjatuh dari buku itu. Sebuah surat kecil yang sebelumnya tak pernah kulihat, dengan sedikit bercak darah pada kertas surat tersebut. aku  menyapu air mataku dan mulai membaca perlahan surat itu. Saat aku akan memulai membaca surat itu, tiba-tiba ibu mengetuk pintu dan memanggilku. Aku membuka pintu tersenyum simpul pada ibu dan mengajak ibu masuk. Aku mengambil buku itu dan surat itu lalu ku serahkan pada ibu sambil tersenyum simpul.
“oh. kmu menemukan buku yg ibu ingin buang pada saat itu” kata ibu sambil tersenyum simpul.
“kenapa ibu mau buang buku itu”Tanya ku.
Ibu keluar dari kamarku seraya berkata
“tidurlah nak besok kmu akan sekolah”kata ibu sambil keluar kamar dan menutup pintuku.
Share:

0 comments:

Post a Comment