Monday, September 9, 2019

Kita

Kita adalah klausa,
Yang berpijak pada kaki gunung,
Sembari bermain genang air yang bening,
Berusaha tuk saling menggenggam,
Agar tak bubar.

Dan,
Tak hanya langit yang dapat mendekap hujan,
Jari-jari juga bisa menggenggam sudut pelangi yang pudar,
Agar tak saling tinggal.
Namun semua tersimpan dihalaman terakhir,
Bersemayam dingin pada sudut waktu,
Menjadi sukar tak mengalir,
Terhambat definisi perpisahan
Dan perlahan beku tak tertahan.
Apakah kau sadar ?
Tentang radar yang menunjukkan jalan setapak dipenghujung sore,
Tentang sebelah telapak tangan, yang menunggu ketidak jelasan hilang,
Tentang seekor kelinci liar, yang menanti fajar ? itu aku.
Kau harus tau,
Bahwa,
Hidupku abu,
Pagiku sendu,
Hatiku? Rindu
Pada angin yang menyapa panuh rasa,
Lalu pergi menyisakan luka sementara
Dengan sedikit butir rasa cemburu yang mejelma seperti debu
Perlahan tapi pasti membunuh dengan isak.
Share:

1 comment: