Monday, March 11, 2019

Nasihat Guru

       Hufft pagi yang menyebalkan, setiap hari dengan orang yang sama dengan tempat yang monoton dan dengan sikap mereka yang tak memiliki rasa empati apalgi toleransi. sikap yang egois untuk diri mereka sendiri, dengan pemikiran sempit layak anak kecil yang hanya tau bermain,ngambek,kesal. padahal dia yang melakukan kesalahan,dia yang tidak ada rasa bersalah seolah dialah segalanya dia yanng bisa segalanya dia yang mempunyai talenta begitu agungnya. Padahal banyak orang disekelilingnya yang di belakang membicarakannya kepadaku, karena mereka masih memiliki empati dan toleransi kepadamu, Kecuali AKU. iya aku tidak ada rasa empati dan toleransi untukmu tidak ada respect untuk orang sepertimu, oke mungkin itu  terlalu jahat bukan tidak ada tapi Sangat rendah dan hampir tidak ada rasa itu untuk orang sepertimu.
      Arghh,, Pagi ku yanng sunyi seketika berubah menjadi mencekam dengan suara berisikmu, kamu pikir hanya  aku yang merasakannya? Tidak, tetapi semua orang disini meresahkannya, kenapa aku bisa tau karena mereka menceritakan kekesalan mereka ke AKU. dan aku hanya terkekeh kecil, menganggap itu adalah hal lucu yang memang pantas unutk kami tertawakan seperti guyonan bodoh yang patut untuk di apresiasi ke BODOHANNYA. Ntah sampai kapan akku  harus merasakan ini, dan entah seprti apa aku menyikapinya, dan ntah pula sampai kapan aku bisa menahan untuk tidak mengatakannya. Karena aku tau dan aku masih ingat pesan dari guruku
      "Zain, jika kamu melawan orang pintar kamu akan sulit untuk menang makanya kamu perhatikan  titik lemahnya, tetapi ingat zain ketika kamu melawan orang bodoh......." dia menggantung ucappannya dengan menyeruput secangkir kopinya membuatku bingung. "Kenapa dengan orang bodoh bukankah akan lebih mudah?" jawabku dengan polosnya. "Kau salah muridku, justru kau  tidak akan pernah menang melawan orang bodoh, maka dari itu jika kamu bertemu orang bdoh lebih baik kamu diam dan pergi atau tidak bertemunya sama sekali" dia berkata sambil menatap langit malam dengan banyak bintang sambil tersenyum simpul. Aku hanya mengangguk dan menghela nafas panjang berusaha mengingatnya. :)
Share:

1 comment: