ada apa dengan mendung?
Mendung.. Kau menghantarkan diriku pada hujan yang ku nantikan..
Kau menghantarkan diriku pada kenyataan bahwa sebuah anggapan tidak
selalu perlu dibenarkan.. Mendung tak berarti hujan.. Seperti itulah
dirinya saat ini raganya bersamaku namun jiwa dan hatinya entah untuk
dan milik siapa.. Mendung aku merindukan hujanmu unruk menghujamku agar
saat ku menangis tak ada satupun yang tahu.. Mendung kali ini aku harap
kau bersama dengan hujanmu
Mendung di langit hati, gerilya awan memapah rindu, aroma sunyi
menyeruak di antara desau bayu, adakah nyeri akan menghunjamkan ribuan
gigil pada tanah basah yang kehilangan jejakmu?
Mendung di ufuk matamu menuai deraian lara. Di antara biru asa
yang mengabu tersimpat beribu kecewa. Biarlah tetesan luka perlahan
membasahi hatimu, kelak ia kan melahirkan rerimbunan suka dan cita yang
dipupuk oleh ganti penghuni nan setia. Mendung tak selalu turun hujan, begitu juga dengan dikau yang tak
pernah sadar betapa dalam perasaanku yang kau porak porandakan atas
gerilya juang masalalu kita dulu...jangan pulang sebelum hujan datang
tetaplah tinggal dan bersinggah bersamaku menikmati mendung masalalu
kita yang abu.Mendung menitipkan sebuah rindu . rindu akan hal yang sangat
menyakitkan. Lalu lalang berjalan berputar putar mengelilingi pikiran
dan terus saja begitu. Terus menghantui apa pun yang terus saja
berjalan.Mendung yang enggan beranjak pergi meninggalkanku yang terduduk
diam kaku disudut sepi kamar ini. Menghitung rintik hujan yang jatuh
basahi bumi. Mendengarkan setiap ritme dari tetesan air yang mengalir
disela-sela dedaunan nan rimbun. Seakan mengerti dan mewakili hatiku
yang sedang bercengkerama dengan waktu perihal dirimu yang tak lagi
disampingku
Supeeeerrrr
ReplyDelete