Tuesday, August 27, 2019

MENDUNG

ada apa dengan mendung?

Mendung.. Kau menghantarkan diriku pada hujan yang ku nantikan.. Kau menghantarkan diriku pada kenyataan bahwa sebuah anggapan tidak selalu perlu dibenarkan.. Mendung tak berarti hujan.. Seperti itulah dirinya saat ini raganya bersamaku namun jiwa dan hatinya entah untuk dan milik siapa.. Mendung aku merindukan hujanmu unruk menghujamku agar saat ku menangis tak ada satupun yang tahu.. Mendung kali ini aku harap kau bersama dengan hujanmu
Mendung di langit hati, gerilya awan memapah rindu, aroma sunyi menyeruak di antara desau bayu, adakah nyeri akan menghunjamkan ribuan gigil pada tanah basah yang kehilangan jejakmu?
Mendung di ufuk matamu menuai deraian lara. Di antara biru asa yang mengabu tersimpat beribu kecewa. Biarlah tetesan luka perlahan membasahi hatimu, kelak ia kan melahirkan rerimbunan suka dan cita yang dipupuk oleh ganti penghuni nan setia.  Mendung tak selalu turun hujan, begitu juga dengan dikau yang tak pernah sadar betapa dalam perasaanku yang kau porak porandakan atas gerilya juang masalalu kita dulu...jangan pulang sebelum hujan datang tetaplah tinggal dan bersinggah bersamaku menikmati mendung masalalu kita yang abu.Mendung menitipkan sebuah rindu . rindu akan hal yang sangat menyakitkan. Lalu lalang berjalan berputar putar mengelilingi pikiran dan terus saja begitu. Terus menghantui apa pun yang terus saja berjalan.Mendung yang enggan beranjak pergi meninggalkanku yang terduduk diam kaku disudut sepi kamar ini. Menghitung rintik hujan yang jatuh basahi bumi. Mendengarkan setiap ritme dari tetesan air yang mengalir disela-sela dedaunan nan rimbun. Seakan mengerti dan mewakili hatiku yang sedang bercengkerama dengan waktu perihal dirimu yang tak lagi disampingku
Share:

1 comment: