Tuesday, March 12, 2019

Katanya Perkenalan

Hai Semua,
Udah cukup lama aku vakum nulis blog dan ini blog baruku, blogku yang lama gatau entah kemana dan seperti apa nasibnya, terakhir aku ngecek blog itu sekitar 2 tahun lalu dan lumayan banyak ikalnnya tapi yaa gitudeh. :)
Setelah kevakuman yang cukup lama ini aku memutuskan untuk kembali  menulis blog, tapi dengan tema yang berbeda dari sebelumnya di blog ini mmungkin hanya berisi cerita-cerita absurd dengan kosa kata yang gatau dapet darimana hanaya mengarang bebas, ya biasa namanya juga pelajar disuruh mikir malah ngarang eh disuruh ngarang malah mikir.
Iya tau ini postannya telat udah ada beberapa postan sebelum ini yang tanpa introduce.  tapi yaudhlah yak maafin kali. Oke
Hope you enjoy dengan apapun yang kutulis. Silahkan kasih aku feedback dengan komen di bawah dan juga share  ke temen-temen kalian. Jadilah pembaca yang budiman :)
Believe yourself :) Thumbs up
Share:

Monday, March 11, 2019

Lensa Kecil 2

Oke lanjut, Saat aku SMP aku banyak mengenal orang baru dengan sifat yang baru aku temui, Mereka adalah bagian dari pembelajaran hidupku. Tidak terkecuali dengan Denis, ya dia teman dekatku  saat di SMP  dia murid pindahan. Anak nya asik enak diajak ngobrol dan kita punya satu kesamaan, NAKAL.
Aku dan beberapa teman ku menjalani layaknya anak SMP pada ummumnya, hingga suatu malam aku tidak bisa tidur entah mengapa dan entah darimana tiba-tiba seperti dentuman keras tepat di sampingku yang itu hanya aku yang mendengarnya, Aku terdiam beberapa detik masih bingung dengan apa yang barusan terjadi, dan malam itu  adalah awal dari ketidak absurdan pemmikiranku.
Aku berusaha untuk biasa saja seakan tidak terjadi apapun dan aku juga memang bukan orang yang senang bercerita secara universal. Hingga suatu ketika denis bertanya kepadaku
"zain? kenapa.." dengan nada bingung.
"nggak, it's ok" aku menjawab dengan nada ringan sambil tersenyum simpul 
padahal dalam hati aku mengumpat kenapa harus kalimat itu yang keluar kenapa aku tidak menceritakan sebnarnya. dia hanya tersenyum dengan tatapn tak percaya dengan apa yang kukatakan tapi dia tidak ingin membuatku merasa tak nyaman dengan dia mendesakku.
Malam hari pun tiba dengan rintikan hujan yang lembut kemudia turun dengan barbarnya, sehabis maghrib aku masuk ke kamar membawa secangkir minuman coklat kesukaanku di temani cemilan untuk memanfaatkan malam ini setehlah lelah memikirkan banyak hal sepekan ini. aku membuak laptop menyalakannya kemudian entah kenapa aku tiba-tiba membuka Ms.word yang sama sekali tak pernah ku sentuh selain ketika ada tugas, tapi tiba-tiba saja di malam itu aku membukannya, perlahan tnganku mulai mengetik segala pertanyaan yang ada di kepalaku seolah aku ingin memecahkannya satu persatu yanng entah seprti apa penyelesaiannya. Setengah jam aku menulis itu begitu banyak pertanyaan di kepalaku tanpa aku sadari tanpa aku berfikir, Tanganku mulai pegel dan hujan semakin turun dengan barbarnya kek gada dosa. Aku melihat jam menunjukkan waktu isya dan terdengar samar suara adzan dari mesjid di sekitar tempat tinggalku, aku memutuskan untuk istirahat sejenak..

Share:

Nasihat Guru

       Hufft pagi yang menyebalkan, setiap hari dengan orang yang sama dengan tempat yang monoton dan dengan sikap mereka yang tak memiliki rasa empati apalgi toleransi. sikap yang egois untuk diri mereka sendiri, dengan pemikiran sempit layak anak kecil yang hanya tau bermain,ngambek,kesal. padahal dia yang melakukan kesalahan,dia yang tidak ada rasa bersalah seolah dialah segalanya dia yanng bisa segalanya dia yang mempunyai talenta begitu agungnya. Padahal banyak orang disekelilingnya yang di belakang membicarakannya kepadaku, karena mereka masih memiliki empati dan toleransi kepadamu, Kecuali AKU. iya aku tidak ada rasa empati dan toleransi untukmu tidak ada respect untuk orang sepertimu, oke mungkin itu  terlalu jahat bukan tidak ada tapi Sangat rendah dan hampir tidak ada rasa itu untuk orang sepertimu.
      Arghh,, Pagi ku yanng sunyi seketika berubah menjadi mencekam dengan suara berisikmu, kamu pikir hanya  aku yang merasakannya? Tidak, tetapi semua orang disini meresahkannya, kenapa aku bisa tau karena mereka menceritakan kekesalan mereka ke AKU. dan aku hanya terkekeh kecil, menganggap itu adalah hal lucu yang memang pantas unutk kami tertawakan seperti guyonan bodoh yang patut untuk di apresiasi ke BODOHANNYA. Ntah sampai kapan akku  harus merasakan ini, dan entah seprti apa aku menyikapinya, dan ntah pula sampai kapan aku bisa menahan untuk tidak mengatakannya. Karena aku tau dan aku masih ingat pesan dari guruku
      "Zain, jika kamu melawan orang pintar kamu akan sulit untuk menang makanya kamu perhatikan  titik lemahnya, tetapi ingat zain ketika kamu melawan orang bodoh......." dia menggantung ucappannya dengan menyeruput secangkir kopinya membuatku bingung. "Kenapa dengan orang bodoh bukankah akan lebih mudah?" jawabku dengan polosnya. "Kau salah muridku, justru kau  tidak akan pernah menang melawan orang bodoh, maka dari itu jika kamu bertemu orang bdoh lebih baik kamu diam dan pergi atau tidak bertemunya sama sekali" dia berkata sambil menatap langit malam dengan banyak bintang sambil tersenyum simpul. Aku hanya mengangguk dan menghela nafas panjang berusaha mengingatnya. :)
Share:

Sunday, March 10, 2019

Orang Aneh

Pagi yang cukup gelap dengan beberapa kumpulan awan hitam yang menutupi mentari pagi, pagi ini
cukup mengesalkan seakan awan ikut serta merasakan emosi diri ini. Sosok itu sosok yang selalu membuatku merasa resah marah kesal. Tingkah polah nya dan sikap angkuhnya padahal dia tidak memiliki kelebihan apapun hanya dengan jabatan yang tidak cukup tinggi namun dengan gaya yang amat tinggi membuat siapapun geram melihatnya. Dia yang selalu mengatakan pekerjaanku salah pekerjaanku kurang ini itu padahal dia sendiri tidak bisa melakukan apa yang aku kerjaka, disaat yang lain memujiku mengkritikku dengan bahasa mereka yang menyemangati. tapi sosok ini jstru malah iri, iya memang aku hanya sebatas sementara disini, tapi apakah seperti itu cara memperlakukan tamu? apakah seperti itu cara anda membina? padahal anda bekerja di instansi terpandang dengan pangkat yang cukup untuk dianggap oleh banyak orang. tapi hal itu tidak bagiku awal hormatku ketika aku melhatmu aku sudah merendahkan rasa hormat itu, hingga sekarang aku sama sekali tidak bisa mengargai dan menghormatimu. Seakan tahunn ini adalah awal tahun terburukku. Hari ini tidak begitu buruk tidak seperti hari biasanya, karena hari ini aku bisa sedikit bebas dari orng aneh itu (iya sebut aja aneh). hari ini aku ada tugas ke lapangn dan ya seperti biasanya jika dilapangan pekerjaan beitu santai tapi berat, tapi aku lebih relaks mengerjakannya karena tidak ada orang aneh itu.
Siang ini mentari sangat terik seakan memaksaku untuk mengerjakan aktifitas ini seakan mentari tau bahawa aku lebih bersemangat saat tidak ada orang itu, tampang sok-nya itu bikin geram siapapun.
walau hanya beberapa jam aku tidak melihatnya aku merasa bgitu bersemangat....
Share:

Lensa Kecil

Hai Semuanya, panggil saja aku "Zain" aku 16 tahun saat aku mulai menulis ini.
ya,usia yang begitu muda untuk mengalami hal-hal ini..menceritakan banyak kisah yang ntah darimana bisa terjadi padaku.dan mungkin terlalu cepat untukku dengan berbagai masalah yang ntah bagaimana ada yang dapat terselesaikan dengan pikiran simpleku dan ada yang hilang tanpa solusi dan adapula yang masih bertahan tanpa ada jawaban atas permasalahan. aku bingung mau mulai semua ini dari mana..yang jelas ini bukan kisah yang mungkin tidak begitu merik untuk kalian tapi ini begitu menarik untukku. Kenapa? karena banyak anak seusiaku yang tidak mengalaminya bahakn jika aku menceritakan salah satu hal yang ku alami kepada temanku mereka hanya mengernyitkan dahi mereka sambil menertawaiku.
 okeh cukup perkenalannnya..hehe
 .
Awal kisah, dari kecil ibuku selalu menyuruhku untuk pergi mengaji setiap aku pulang sekolah.bahakn bisa dibilang ketika aku dapat nilai jelek disekolah ibuku tidak pernah memarahiku tapi kalau aku tidak pergi mengaji ibuku akan memarahiku habis-habisan. aku selalu menikmati hal kecil itu dengan rasa yang polos aku berangkat ke tempatku belajar mengaji, aku ingat sekali guruku begitu sabar mengajarkanku, dan dengan polos aku selalu memeprhatikannya dengan seksama..
aku melakukan itu bertahun-tahun tanpa bertanya kepada ibuku mengapa dia menyuruhku mengaji dan karena memang aku juga masih kecil pada saat itu..
hingga aku masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sedikit. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) ya,masa dimana pemikiran dan kejadian ini berawal.
Tahun pertama aku di SMP ada beberapa pemikiran bocahku yang mulai hilang, entah gimana caranya akupun gatau.aku mulai memiliki beberapa teman baru. di tahun ini aku tidak begitu merasakan apa saja yang berubah selain tubuhku yang mulai meninggi. pada saat ini aku sudah tidak disuruh ibuku untuk pergi mengaji lagi entah kenapa dan aku hanya diam saja tidak banyak memepertanyakan, karena aku termasuk orng yang cukup pendiam...

sstt lanjut nanti yak..hehe

Share: